Things I love

Dream Castle

(via thedisneyprincess)

3 plays
Sherina,
Petualangan Sherina

Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari salah prasangka

Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan ‘kubisa menilai lebih bijaksana


Cukup menggambarkan lah.

Lihatlah lebih dekat :)

Terkadang hanya satu hal yang kita butuhkan, yaitu keyakinan.

Yakin, itu kuncinya. Diyakinkan, itu perlu.

Kalau nggak yakin bisa menggapai suatu mimpi, sampai kapanpun gak akan tercapai mimpi itu. Begitu pula kalau nggak yakin sama ‘sesuatu’, sampai kapanpun keraguan itu akan menghantui kita terus, akan bikin pendirian kita goyah, bikin tanda tanya besar yang nggak akan terjawab, bikin pikiran penuh.

Intinya sih harus yakin, di dalam hati. Nulisnya emang gampang, tapi dilakuinnya susah. Susah kalau kita terlalu bersikap insecure setiap waktu, punya banyak prasangka. Pemikiran-pemikiran yang kayak gitu yang bakal menghalangi keyakinan yang harusnya tumbuh.

Dalam hal ini, entah kenapa gue selalu nggak yakin. Ragu. Yang seharusnya nggak boleh. Pola pikir harus dirubah, nggak boleh terus melihat kebelakang. Luka-luka harus ditutup, diobati, nggak boleh terus dirasain rasa sakitnya. Ketakutan harus dibuang, digantikan sama keberanian. Berani buat percaya, yakin.

Ya, harus bisa. Mungkin ngga bisa cepet, tapi perlahan. 

Pelan-pelan. Pasti bisa.

Jadi, ada beberapa part dari novel Perahu Kertas karya Dee yang amat sangat bermakna bagi gue, ini salah satunya…….

“Saya ingin tanya sama kamu, Gy,” ucap Remi. “Apakah Keenan pernah meminta buku ini dari kamu?”

Kugy bahkan tak bisa menemukan suaranya sendiri. Ia hanya bisa menggeleng.

“Lalu … kenapa saya harus meminta untuk bisa kamu kasih?”

Sesuatu berhasil bergerak. Menembus kebisuan dan kebekuan yang mengunci Kugy. Sebutir air mata.

Seolah menyentuh boneka porselen, dengan teramat halus Remi menggenggam telapak kiri Kugy, tempat cincin pemberiannya melingkar. “Apakah kamu pernah minta cincin ini dari saya?”

Butir kedua. Dan Kugy kembali menggeleng.

“Lalu … kenapa saya yang harus minta supaya kamu mau pakai?”

Kugy hampir tak bisa bernapas. Berusaha menekan isaknya sekuat tenaga. Namun, ia tidak berhasil. Isak pelan kini berhasil menembus kebisuan dan kebekuan.

Masih dengan kehalusan yang sama, kali ini Remi menarik lepas cincin di jari Kugy. Hati-hati. “Kalau nggak begini, saya akan selalu meminta kamu untuk mencintai saya, Gy. Semua yang kamu lakukan adalah karena saya meminta. Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”

Bahu Kugy berguncang tanpa bisa lagi ia tahan. “Tapi … orang itu kan kamu … aku … aku nggak pernah minta apa-apa … tapi … tapi, kamu kasih semuanya …,” Kugy berkata terengah, di sela isakan dan desakan yang begitu kuat menyesak di dadanya.

“Iya, Gy,” Remi mengangguk sambil mengusap air mata di pipi Kugy, “kamu mungkin sudah ketemu. Saya yang belum,” suara Remi mulai bergetar. “Saya yang belum …,” ucapnya lagi, separuh berbisik. Seolah ia sedang memberi tahu dirinya sendiri.

Remi lalu bangkit, sejenak mendekap Kugy yang masih terisak, dan ia melangkah pergi.

Kebekuan dan kebisuan runtuh sudah. Meski segalanya tampak mendung dan murung, sesuatu berhasil mencair di antara mereka. Kejujuran. Dan seolah bergerak bersama-sama, langit pun mulai merintikkan hujan. Apa yang lama tak terungkap akhirnya pecah, meretas, dan Bumi melebur bersamanya.

CRAVING FOR THESE!!

(via bakingandbunnies)

22 plays
Taylor Swift,
Taylor Swift (Deluxe Edition)

OUR SONG-TAYLOR SWIFT

Our song is the slamming screen door,
Sneakin’ out late, tapping on your window
When we’re on the phone and you talk real slow
‘cause it’s late and your mama don’t know
Our song is the way you laugh
The first date: “Man, I didn’t kiss her, and I should have”
And when I got home … ‘fore I said amen
Asking God if he could play it again

“Ehm, malem minggu nih.”

*terus kenapa san*

#kode

#kodeyangtaksampai

#penderitaanpunyakegiatanyangmenyitawaktu

*padahal dari dulu gak pernah juga malem mingguan* *cupu*

huffff. =.=

Jadi diri sendiri itu penting.

Contohnya aja ketika pertama kali gue buat tumblr, gue buat peraturan buat gue sendiri kalo nulis post nya harus pake bahasa inggris semua. ya, biar keren gitu. Biar orang lain mengganggap keren. Tapi lama kelamaan, itu malah bikin susah diri gue sendiri karena kadang gue pengen nulis post yang kalo pake bahasa inggris bakalan kehilangan makna dan enggak greget.Jadi ya gue putuskan buat mulai sekarang gue boleh menuliskan post pake bahasa Indonesia. Haha. Karena menurut gue ini lebih baik buat gue, dan gak selalu kok gue harus membuat sesuatu yang hanya untuk dianggap keren sama orang lain.

Contoh lain lagi, ketika lo iri sama kesuksesan orang lain, atau iri karena apa yang lo ingini didapatkan sama orang lain, ya itulah gunanya lo harus jadi diri sendiri. Harus bangga sama diri kita bagaimanapun adanya kita. Kesuksesan orang lain nggak harus kok kita samain. Percaya aja kalo kita semua udah punya garis hidup masing-masing dan bakalan berujung sama kesuksesan yang berbeda. Ketika orang lain punya segala hal yang lo impikan, yang harus dilakukan itu mensyukuri apa yang lo udah punya sekarang. Belum tentu hal yang orang lain punya itu juga hal yang baik buat lo, dan belum tentu apa yang lo punya tidak diimpikan sama orang lain juga. 

Karna lo bukan dia, dan dia bukan lo. So, jadi diri lo sendiri aja :)

 

Haha klise banget ya, jadi kesannya sotoy banget gue. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini jadi kepikiran yang kayak gitu. Tapi ini bisa kok dilakuin, sama-sama belajar lah ya, gue juga masih berusaha buat ngelakuin ini.

Dan situasi terpenting dimana hal ini harus diterapin adalah di dalam suatu hubungan cinta *eaa*, karena gue sering banget nonton film drama yang inti dari ceritanya adalah ‘hati bakalan memilih tempat terbaik, dan tempat terbaik adalah ketika lo menjadi diri lo sendiri dan ada orang yang menghargai lo just the way you are’ 

Azeeek deeeh sok asik banget gue. hahaha :p

Udah ya, mau tidur nih, udah cukup jadi zombie nya hari ini, haha :D